Quote

…..

Saat kita berjumpa atau berpisah, ada pengharapan untuk bisa bersama-sama, tertawa dan bicara. Pengharapan itu tidak punya definisi konkrit, itu hidup dan dinamis. Segala sesuatu yang muncul dari kebersamaan kita adalah hadiah unik yang tidak dibagi dengan orang lain. Tetapi, apa yang terjadi jika aku mengubah ‘pengharapan’ itu menjadi ‘keadaan mengharapkan’ – diucapkan atau tidak diucapkan? Tiba-tiba hukum memasuki pertemanan kita. Engkau sekarang diharapkan untuk berbuat dengan cara yang sesuai dengan harapanku. Pertemanan kita yang hidup, dengan cepat membusuk menjadi sesuatu yang mati dengan peraturan dan syarat. Itu tidak lagi tentang engkau dan aku, tetapi tentang apa yang semestinya dilakukan oleh seorang teman, atau tanggung jawab seorang sahabat.

~The Shack hal.324

Yang kurasa sekarang hanya rindu, sebuah pengharapan sederhana untuk bisa menatapmu, tertawa dan berbicara, yang tak kunjung hilang seberapa keras aku berusaha untuk melupakannya.

Yang kurasa sekarang hanya pedih, sebuah lubang yang terasa panas di dadaku karena aku tak tahu harus berbuat apa atau mengatakan apa padamu.

Yang kurasa sekarang hanya takut, takut kehilanganmu karena secara diam-diam engkau telah jadi bagian dari diriku, merasuki pikiranku, menyelinap dalam mimpiku, bahkan memasuki hatiku.

Meski peristiwa ini sudah terjadi berulang kali dalam hidupku, tetap saja aku tak siap menghadapinya. Ya, aku ingat, waktu adalah penyair, dimana detik yang kita baca selalu baru, segar padat dan runcing. Takkan pernah sama. Dan aku tak ingin bersusah-susah menyiapkan hatiku.

Aku tak mengharapkan janji, komitmen atau apapun darimu, aku tak mengharapkan kau memberikan sesuatu. Aku juga tak mengharapkan kau untuk mengerti, karena aku yakin,saat kau berada di posisi yang sama sepertiku, kau akan memahami, entah kapan, entah dengan siapa kau merasakannya.

Kalau saja ada satu hal yang boleh kuinginkan sekarang, saat ini, aku hanya ingin kau memelukku, erat, tanpa kata…

(When you asked me why I was gloomy, I already gave you the answer, and I meant it. And when you asked me again last night,I just couldn’t answer it anymore, maybe because the deepest part of me was not ready to hear your answer)

God knows from the beginning, Pa knows also, now you know..

Ajari aku tuk bisa seperti dirimu
Menahan rasa atau bahkan membunuhnya
Ajari aku…

Jumat pertama di bulan Agustus 2011

#T

Pengharapan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s