Epilog

Gallery

Gugur Itu Tiba

(1)

sunyi tak memiliki nama

tapi ia membuka seluruh pintu

untuk setiap nama

yang mengetuknya

(2)

waktu adalah penyair

detik yang kita baca selalu baru

dan segar padat dan runcing

bukankah usia adalah sajak

yang terus kita hayati

hingga mati

(3)

peristiwa seperti undakan

ada airmata, tawa, rahasia

yang menunggu untuk direguk

sebelum terus mendaki

menuju rumah kekasih

(4)

kehilangan serupa pelajaran

akan terus berulang

sebelum sampai pada penyerahan

(5)

bacalah sajak

dan genggamlah setiap kunci

seperti kau dekap kekasihmu

seperti kematian mendekapmu

(2011)

*ketika sunyi menjadi nama dari hubungan kita, dan tampak tak memberi wujud atas rasa. ketika raga ini masih ingin dan waktu tak banyak berpihak. biarlah dia yang tergolek di makam gelap nan dingin menjadi masa lalu kita sembari cemas penuh harap pada saat bangkitnya.

Jumat Agung 22 April’11

– SW

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s